
JAKARTA, 26 September 2026-Pemuda Fagogoru Jabodetabeka Banten menggelar Musyawarah ke-1 sebagai momentum konsolidasi dan pembentukan arah organisasi pemuda Fagogoru di wilayah Jabodetabeka dan Banten. Musyawarah tersebut dilaksanakan di Pusdatin Kesos Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), Sabtu, 26 September 2026.
Dalam musyawarah tersebut, Almuhasyir Asrar Idrus terpilih sebagai Ketua Umum pertama Pemuda Fagogoru Jabodetabeka Banten.
Terpilihnya Almuhasyir menjadi bagian penting dari proses awal pembentukan organisasi. Musyawarah perdana ini tidak hanya menjadi forum pergantian atau pemilihan kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, memperkuat persaudaraan, serta merumuskan identitas dan arah gerakan Pemuda Fagogoru.
Sebagai Ketua Umum pertama, Almuhasyir Asrar Idrus memiliki tanggung jawab untuk meletakkan fondasi awal organisasi. Kepemimpinan perdana tersebut diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai Fagogoru ke dalam program dan kerja organisasi yang konkret.
Arah organisasi ke depan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi ruang penguatan kapasitas pemuda, kaderisasi, kebudayaan, pendidikan, sosial, serta pengembangan jejaring di wilayah Jabodetabeka dan Banten.
Salah satu gagasan penting yang mengemuka dalam momentum musyawarah tersebut adalah pentingnya mewujudkan dan menghidupkan budaya Falgali sebagai nilai sosial yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Fagogoru.
Falgali dipandang bukan sekadar simbol kebudayaan, melainkan nilai yang perlu diterjemahkan ke dalam kehidupan organisasi dan hubungan antarsesama pemuda. Semangat kebersamaan, saling menghargai, gotong royong, persaudaraan, dan kepedulian menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan kolektif di tengah masyarakat yang semakin dinamis.
Bagi Pemuda Fagogoru Jabodetabeka Banten, menjaga budaya tidak cukup hanya dengan mengenang atau membicarakannya. Nilai-nilai tersebut perlu diaktualisasikan melalui perilaku, kegiatan sosial, pendidikan, kaderisasi, dan kerja bersama.
Musyawarah ke-1 juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bahwa Fagogoru merupakan identitas kolektif dan falsafah persaudaraan yang memiliki nilai penting bagi generasi muda.
Pemuda Fagogoru Jabodetabeka Banten diharapkan mampu menjadikan falsafah Fagogoru sebagai energi persatuan. Identitas tersebut diharapkan dapat menjadi landasan untuk membangun organisasi yang inklusif, terbuka terhadap perbedaan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dengan demikian, Fagogoru tidak hanya dipahami sebagai identitas asal-usul, tetapi juga sebagai nilai yang mendorong generasi muda untuk saling menjaga, saling menguatkan, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.


Comment